Dalam rombongan telah dipompa semangat doktrin ‘Mati Syahid’ memasuki Istana Bogor, jika nantinya wafat dalam Aksi demonstrasi. Penulis dan seorang sohib bernama Ismail Firdaus -- yang kelak mengenalkan penulis kepada Islam Ahmadiyah. Kami termasuk perwakilan Siswa PGAL diantara sejumlah 16 orang yang siap Mati Syahid memasuki kota Bogor.
Prospek kedepan sebagai pengembangan wilayah, dan dibentuknya Halqah sebagai 'emberio' dengan harapan akan terbentuknya cabang baru sebagai pemekaran dan berfungsi sebagai cabang penyangga wilayah Markaz yang lokasinya jelas, berada di luar Kecamatan Kemang. Sehingga nantinya Markaz tidak sendirian ada cabang Gn.Sindur, Cabang Tajur Halang, Cabang Parung, dst. Semoga jadi kenyataan. Wallahu A'lam Bishawaab.
Derai air mata wajah-wajah sendu terlihat jelas di raut muka istri, anak-anak dan ayahanda Kombali Kamaluddin ketika jenazah di masukkan kelobang lahat pekuburan Al-Wasiat Kemang Parung Bogor.
Di tengah-tengah berlangsungnya pertemuan tersebut, angin sepoi datang dari Kapolres, beliau mengatakan, 'Bagaimana mereka mau keluar dari Ahmadiyah, padahal sebelum lahir pun telah menjadi Ahmadi'
Alangkah terkejut dan rasa sedih, ketika penulis menerima khabar duka, dari rekan Arif, mubaligh Cabang Sindangbarang Bogor, bahwa sahabatku, Dedy Nashrullah telah pulang ke Rahmatullah dalam menjalankan tugas.
Awan kelabu menyelimuti Corp. Mubaligh Indonesia, khusus teman KKPM [Kursus Kader Pembantu Mubaligh Angkatan Pertama Th 1974], di Tasikmalaya-Jawa Barat.
“SUGENG RAWUH… IJTIMA NASIONAL ANSHARULLAH KE-XX KRUCIL - TAHUN 2OO4. Pada Hari pertama, peserta disuguhi lomba yang bernuansa hiburan; lomba Balap karung, Tarik tambang, lomba Bakiak, ternyata lomba-lomba tersebut sangat di minati Ansharullah, peserta dan penonton tumpah ruah di lapangan. Ada juga pertandingan sepak bola kaum Anshar yang lapangannya bertarap athfal.
Awan kelabu menyelimuti Corp. Mubaligh Indonesia, khusus teman KKPM [Kursus Kader Pembantu Mubaligh Angkatan Pertama Th 1974], di Tasikmalaya-Jawa Barat.
Kyai Fuad memberikan landasan teologis, sebagai penganut Ahlu sunnah waljamaah semestinya tidak mudah mengklaim orang lain yang tidak sepaham adalah salah bahkan kafir *“La nukaffiru ahlal qiblah”, kita tidak akan dan tidak boleh mengkafirkan orang selama ia tetap menghadap kiblat. Ini prinsip orang pesantren,* tegasnya.
Adinda, wafat di Medan dalam usia 49 tahun dalam cuti pulang menghadiri syura Jemaat Ahmadiyah Indonesia hari senin tanggal 26 April 2004 adalah satu berita via SMS ketika aku berada di Banten melihat seorang rekan pejuang tabligh sukarelawan Rahim Daeng Patunru yang sedang sakit, adalah berita yang mengejutkan dan menyedihkan hatiku.
Kayzer Rudolf dalam tulisannya, The Life and Time of Jehudah Halevi, cetakan New York. Kejadian ini mengenai 'Balai Yahudi' ialah suatu rumah yang terletak dekat Festra di negeri Syria. Pada zaman Khalifah Umar ra. seorang gubernur Islam meruntuhkan 'Balai Yahudi' tersebut dan mendirikan mesjid di tempat itu. Hazrat Khalifah Umar ra. sangat marah mendengar berita itu dan beliau ra. memerintahkan untuk segera memperbaiki perbuatan yang tidak adil itu; kemudian mesjid tersebut dibongkar untuk mendirikan lagi rumah ibadah Yahudi di tempat itu. Mutiara Toleransi' yang telah hilang dikalangan umat Islam. kita upayakan kembali.
Sejarah bangsa-bangsa yang terlibat suap-menyuap, bangsa tersebut tidak akan memiliki kehormatan sejati, jurang kehancuran bangsa itu menganga di hadapannya, sifat adil dan keberanian akan hilang.
Heboh, Panglima Lasykar Jihad Ahlu-Sunnah wal Jamaah, Ustadz Ja'far Umar Thalib, diperkarakan karena merajam (mengubur setengah badan, kemudian dilempari dengan batu sampai tewas) anak buahnya.
Ditengah arus globalisasi, Ponpes Assalafiyyah mampu bertahan dan melangkah dengan tegar dan mandiri... Mereka menyebarkan agama dengan niat karena Allah SWT, memelihara citra Agama Islam yang dibawa utusan alam Muhammad SAW. ...
Di usianya yang setengah abad Assalafiyyah sedang membangun Ponpes Khusus usia dini (athfal Banath) InsyaAllah akan menjadi sumberdaya manusia unggulan dalam menghafal Al-Quran dan kitab-kitab lainnya.
Mencermati tulisan Sdr. Chefik Tharick chebab [11/4], yang menapikan penetapan hari-hari libur oleh Depag, yang menggunakan istilah `Wafat Isa Al-Masih`, jatuh pada hari jumat kedua bulan April 2001, dinilai menyesatkan karena bertentangan dengan aqidah ummat Islam.
Masalah wafat isa Almasih (Yesus Kristus) merupakan masalah penting dan layak diangkat ke permukaan, lebih-lebih pada tahun 2000, sebab, tahun 2000 ini misi salib memiliki rancana matang, indikasinya dapat kita temukan dengan mudah dilapangan.
Penjajah bangsa Barat dengan bantuan orientalisme telah berhasil melumpuhkan roh jihad, walaupun kenyataanya Islam tidak dapat mati. Kaum Orientalis Barat, untuk sementara berhasil menjauhkan ummat Islam dari konsep Islam, sehingga timbul jara antara manusia Muslim dan nilai-nilai ajaran Islam.
Suatu hal riskan dan tabu, apabila umat Islam berbicara kekhalifahan dan adanya wujud seorang khalifah. Apa sebabnya mereka mengartian kekhalifahan, suatu susunan pemerintahan yang diatur menurut ajaran Islam, kepala negaranya dinamakan dinamakan Khalifah. Jadi, mereka sebagian besar umat Islam, memahamkan bentuk kekhalifahan dan adanya figur seorang khalifah, cenderung ke arah politik kekuasaan dunia, memperjuangkan berdirinya suatu negara Islam yang mereka tentukan batas wilayah kekuasaannya.
Islam mengemban seruan universal, adanya ras, kesukuan, nasionalisme dan batas-batas budaha hanya sebatas 'Taa'ruf' - mengenai jati diri bangsa/suku masing-masing - sesungguhnya yang paling mulia di antara mereka hanya nilai ketakwaan.
kerinduan Sdr. Sapto Waluyo masih ada di garis kewajaran. Rindu kenyataan dan fakta bukan formulasi teoritis, tentu saja kerinduan semacam ini tetap bergetar dalam dada para mujahid.
Dina Galura no.27, Minggu ka V, September 1994, disebut yen: Nabi Ummat Ahmadiyah 26, Ibadah Hajina ka Rabwah jeung Qadian, Kitab Sucina Tazkirah Jst...
Perang Teluk yang melibatkan Irak dengan 28 koalisi negara bukanlah perang agama, merupakan fakta yang ditunjang oleh data. Yang menjadi penyebab maupun alasan perang juga bukan agama, akan tetapi ekonomi dan politik. Perang itu memperebutkan penguasaan secara langsung maupun tak langsung atas sumber-sumber minyak di sekitar Teluk. Perang juga memperebutkan negara mana yang akan mempunyai pengaruh terbesar di wilayah tersebut.
Yang Ketiga; prinsip politik/siasat tanpa unsur agama, ialah bahwa guna mencapai sesuatu maksud dan tujuan maka propaganda dan isu dusta harus dilancarkan, hal ini bukan saja boleh bahkan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tipu muslihat dan cara kotor lainnya bisa dijalankan. Sedangkan Islam melarang propaganda dusta, Al-Quran menjelaskan (Al-Hajj, 30), 'Fajtanibu al rijsa minal autsaani wajtanibu qaulaj-juuri', maka jauhilah kenajisan berhala-berhala dan jauhilah ucapan-ucapan dusta.
Kerinduan Sdr. Sapto Waluyo masih ada di garis kewajaran. Rindu kenyataan dan fakta bukan formulasi teoritis, tentu saja kerinduan semacam ini tetap bergetar dalam dada para mujahid.
Urang nitenan ajaran Rasulullah pinuh ku kaluhungan budi, kajembaran jiwa jeung kaendahan ahlak. Islam heunteu di tanjeurkeun ku ”Pedang Berdarah”, tapi ku kakuatan ”Pedang Dawah. Ayana perang zaman Rasulullah s.a.w. mangrupa “pembelaan diri” tina agresi musuh.