NOSTALGIA, KOMBALI KAMALUDDIN MUBALIGH ANGKATAN 1983 TUTUP USIA [53]
Kamis siang, 1 Maret 2012, udara Bogor biasanya diguyur hujan, saat itu terasa adem, awan hitam dilangit terurai desiran angin, sehingga hujan tertahan turun.
Derai air mata wajah-wajah sendu terlihat jelas di raut muka istri, anak-anak dan ayahanda Kombali Kamaluddin ketika jenazah di masukkan kelobang lahat pekuburan Al-Wasiat Kemang Parung Bogor.
Kombali Kamaluddin wafat hari Rabu pukul 24.00 WIB di Rumah Sakit Islam Bandung, karena sakit gangguan empedu. Kombali Kamaluddin Mubaligh kelahiran Tasikmalaya Agustus 1959.
Dudung Zafar Ahmad, teman seangkatan menuturkan, “Kombali Kamaluddin orang yang bersahaja, senang melayani tamu-tamu.” Penulis mengenang kembali ketika beliau ditugaskan di Jemat Cisalada” Sering mengajak kerja sama dengan penulis untuk bertabligh menelusuri daerah Cisolok, pantai Pelabuan Ratu, Sukabumi.
Kombali sangat peduli terhadap urusan Ristha Natha, banyak pasangan telah berhasil membina rumah tangga lewat perantaraannya.
Kombali memulai tugas di Sukatali Sumedang; Taqdir Allah Taala mengakhiri tugas di Sumedang Sukatali pula.
Seorang LI Cabang Cilegon usai penguburan menuturkan, ”Pak Kombali sangat perhatian kepada anggota, ketika beliau sakit pun masih sempat sms-sms an menanyakan keadaan anggota. Beliau bertugas di Cab.Cilegon selama 7 tahun.
Mubaligh angkatan 1983 di Bandung terdiri: Bp. Dudung Zafar Ahmad, Bp. Asep Misbah, Bp. NuruHaq, Bp. Daud Ladai, dan Almarhum Kombali Kamaluddin.
Sekarang Kombali Kamaluddin telah tiada hanya tinggal nostalgia dan kebaikan kebaikan beliau akan tetap terpatri di hati. Beliau meninggalkan Istri dan anak-anak Zubaedah[24], Iman Nasir[21], dan Ala si Bungsu.
Semoga keluarga yang di tinggalkan diberi ketabahan dan Allah Taala mengampuni segala kelemahannya. Aamin
[Sahabatmu,Tatang Hidayatullah}.