NOSTALGIA, HASAN BIN AISIN MANTAN KETUA JAI KR.TENGAH SUKABUMI
Telah pulang ke Rahmatullah, di Rumahnya yang sederhana, Hasan bin Aisin pada usia 75 Th di Kp. Ciheulang Hilir Ds. Ciheulang Tonggoh Kec. Cibadak Kab. Sukabumi. Jumat, 15 September 2006, pukul 18.15 Wib.
”INNA LILLAHI WAINNA ILAHI ROJIUUN”
Beliau mantan Ketua JAI Cab. Karangtengah, pada masa-masa genting. Ada hal-hal yang menarik dalam ingatan penulis mengenai tokoh lugu, sederhana ini. Beliau senantiasa siap hadir dalam pertemuan-pertemuan Jemaat baik Lokal maupun Nasional.
Sekitar tahun 1997-an, telah terjadi penghancuran Mesjid Cab. Karangtengah oleh para perusuh yang di pimpin oleh seorang kiyai, para perusuh berhasil meratakan bangunan Mesjid yang baru selesai 80 %.
Saat itu, yang mendapat panggilan dari pihak keamanan (Kapolsek) terdiri dari Pengurus dan Mubaligh. Hasan Bin Aisin sebagai Ketua mendapat panggilan, ia mulai masuk kantor Polsek Kec. Cibadak pukul 9.00 Wib, dan pukul 15.00 Wib baru dilepas. Warga Jemaat sangat khawatir keadaan Hasan. Setelah keluar dari Kapolsek ia mengatakan; “Alhamdulilah selama berada di Kantor Polisi saya dapat menyampaikan Tabligh leluasa dan makan pun menjadi gratis", ujarnya penuh semangat.
Ketika anggota Jemaat Cab. Karangtengah dilanda trauma perusakan Mesjid. Seorang pengusaha asal Singapure Tn. Abdul Muthalib Tan mau menyumbangkan seperangkat Parabola untuk tayangan MTA sumbangan untuk anggota Jemaat Karangtengah. Sebagian besar anggota enggan menerima tawaran tersebut, karena ada kekhawatiran rumahnya menjadi sasaran para perusuh. Sedikit saja diingatkan, Hasan bin Aisin dengan keberaniannya menyatakan; ”Pemasangan parabola di rumah saya saja, meskipun secara fisik rumah saya tidak pantas Parabola”.
Heboh SKB sekitar tahun 2005 dan kejadian di Kampus Mubarak, Parung, berdampak langsung ke Jemaat Cab. Karang tengah; Tetapi karunia Allah Taala Jemaat Karangtengah berhasil membangun sebuah Mesjid lagi, lokasinya sekitar 200 meter dari lokasi Mesjid kita yang dirusak.
Jumlah anggota Jemaat Cab. Karangtengah sekarang berjumlah 60 orang, terdiri dari 8 kk. Alhamdulillaah aktivitas berjalan lancar; Shalat Jumat, Pengajian gabungan dan aktitas lainnya berjalan normal. Sekarang Jemaat Cab. Karangtengah dibina oleh Bapak Mubaligh Dili Fadhal Ahmad, Bapak Irfan Maulana dan penulis.
Beberapa hari sebelum meninggal Bapak Hasan Aisin, meminta izin untuk menjadi penghuni kuburan, milik salah seorang sesepuh Jemaat, menyusul Bapak Kemad, teman seperjuangannya yang terlebih dahulu di tempat tersebut.*
Merupakan suatu PR bagi para anggota Jemaat Karangtengah dan kita semua, karena orang-orang Ahmadi yang meninggal di daerah tersebut belum di izinkan dikubur di pekuburan umum.
{Parakansalak, 20 September 2006/Tabuuk 1834 HS}.
*Sejarah menjadi saksi, pekuburan Musi-Musiah itu kini berkembang.