SUGENG RAWUH…
IJTIMA NASIONAL ANSHARULLAH KE-XX TAHUN 2OO4. ‘’SUGENG RAWUH…
Jumat {8/10}, Untuk kedua kalinya Banjarnegara, JATENG, mendapat kehormatan penyelenggaraan Ijtima Nasional Ansharullah. Lokasi alam pedesaan yang sejuk, 10 Km arah Barat kota Banjarnegara, namanya Kp.Krucil, yang berpendududk 70 kk di huni warga Ahmadi, ”hanya satu KK yang belum Ahmadi", ujar sesepuh Bapak Soekardjo.
Kota Banjarnegara yang mendapat julukan kota Gilar-gilar, kota sejuk dan pada bulan Desember Tahun 1991 pernah menjadi tuan rumah, saat itu kegiatan Ijtima terfokus pada Wikari Amal, membuat jalan ke lokasi Lapangan olah raga Sukanandi, para peserta menempati Gedung PGRI Sokanandi Banjarnegara. Kegiatan Ijtima dengan Peserta berjumlah 660, dan ada sebagian peserta yang ditampung anggota yang dekat dengan lokasi. Suatu keistimewaan hubungan Jemaat dengan Pemerintah setempat sangat akrab dan komonikatif. Figur Bapak Pono Edy Soemargo BA sebagai aktivis termasuk sesepuh PGRI, dan Beliau sebagai Ketua Jemaat Banjarnegara.
Jumat, 8 Oktober 2004. Ijtima Nasional pukul 15.30 resmi dibuka oleh Bapak Amir Nasional Bapak H. Abdul Basit,Shd. Dari jajaran Pemerintah nampak Bapak Kepala Desa winong, Camat Kecamatan Bawang dan Bupati Tk II Banjarnegara yang diwakili oleh Bapak Yusman Irianto Sos.
Dalam sambutannya Bapak Amir mengatakan; *“berikan manfaat kepada masyarakat, terjadinya hubungan harmonis tanpa saling menghujat”. Ayat suci Al-Quran mengajarkan dasar-dasar ini, seterusnya mengutip Firman Allah {Qs.Al-Maidah ayat 3} “Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa; dan janganlah kamu tolong menolong dalam dosa dan permusuhan” kemudian secara berseloroh Bapak Amir bercerita: “seseorang yang perutnya lapar, lalu diberi soal 2 ditambah 2 berapa ? “Dua roti saja cukup’’ ujar si lapar.”
Kegiatan Ijtima digelar dan berlangsung hingga tanggal 10 Oktober 2004, peserta di dominasi oleh peserta dari : DKI, Jabar, peserta dari luar jawa : Sulsel, Palembang, Kalimantan, dan Lampung.
Sambutan Bupati Tk II Banjarnegara disampaikan oleh Bapak Yusman Irianto s.Sos. dan berpesan: ”Sugeung rawuh di Banjarnegara yang nyaman…, mari kita tingkatkan pendidikan moral selamatkan moral bangsa dari pengaruh negatif” mengenai kerukunan umat beragama bahwa di jajaran Pemerintah Kab Banjarnegara telah dibentuk wadah BKKB sehingga kerukunan umat bergama di sini kondusif dan sejuk.
Pada Hari pertama, peserta disuguhi lomba yang bernuansa hiburan; lomba Balap karung, Tarik tambang, lomba Bakiak, ternyata lomba-lomba tersebut sangat di minati Ansharullah, peserta dan penonton tumpah ruah di lapangan. Ada juga pertandingan sepak bola kaum Anshar yang lapangannya bertarap athfal.
Hari Sabtu, 9 Oktober 2004, hari kedua lomba yang menarik perhatian adalah panco. Walaupun Majlis Ansharullah mengeluarkan jagoannnya masing-masing, akhirnya juara pertama dan favorit diraih oleh peserta pribumi, Bapak Mukhlisin, beliau juga sebagai Ketua Jemaat Krucil/Bawang.
Pertandingan Bola voly, Tenis meja, Sepak bola, Bulu Tangkis, pemenangnya didominasi para Anshar muda – Shaf Dom yang masih segar.
Lomba Kerohanian (Cerdas Cermat, Pidato dan MTQ) tidak lupa diadakan. Ceramah yang cukup penting disampaikan oleh Bapak Sekretaris Al-Wasiat PB. Dalam rapat MA Nasional, pada tgl 22 Agustus 2004 Bapak Amir Nasional telah mencanangkan Target 1000 orang Anggota Wasiyat baru di seluruh Indonesia dalam Tahan 2005.
Ceramah Minggu 10 Oktober 2004, yang disampaikan Bapak Sekretaris Risthanata PB. Bapak Ir H. Ahmad Sumeji cukup mendapat perhatian dan bisa menimbulkan semangat para Anshar muda. Ceramah yang tidak kalah pentingnya disampaikan oleh Bapak Mln. Ahmad Hidayatullah yang mengingatkan semua, bahwa di Krucil ini ada seseorang yang menjadi kebanggaan. Pada Tahun 1974, saat emberio Jamiah Ahmadiyah Indonesia di Tasikmalaya di rintis, ia siswa cerdas, ketika menuntut Ilmu di Jamiah Pusat Rabwah, ia siswa pintar dan rendah hati dan ketika terjun dilapangan sebagai Mujahid Dakwah trace record baik sekali, ia adalah Bapak Mln. Basyiruddin Ahmad Sy, merupakan putra terbaik Krucil, beliau adalah putra tokoh perintis Jemaat Ahmaiyah Kab. Banjarnegara Alm. Ahmad Rusydi alias Bapak Basroil, beliau baiat ditangan Tn. Ramat Ali HAOT dan pada Tahun 1939-1942 beliau pernah menuntut Ilmu di Qadian {Sejarah Ahmadiyah halaman.146}.
SUGENG KUNDUR, AJA KELALEN SALAKE Indarmayu, 23 Oktober 2004 Tatang Hidayatullah