JEBAKAN,TRAGEDI PENYALIBAN
Mencermati tulisan Sdr. Chefik Tharick chebab [11/4], yang menapikan penetapan hari-hari libur oleh Depag, yang menggunakan istilah
”Wafat Isa Al-Masih”, jatuh pada hari jumat kedua bulan April 2001, dinilai menyesatkan karena bertentangan dengan aqidah ummat Islam.
Ditinjau dalam satu sisi bisa dibenarkan sebab ’’Isa Ibnu Maryam’’ tidak disalib dan tidak mati di kayu salib lihat [Qs.An-Nisa ayat 157].
Kaum Yahudi percaya penuh bahwa Yesus Kristus alias Isa Ibnu Maryam mati dikayu Salib, sehingga mereka beranggapan bahwa beliau bukan Nabi yang benar.
Kita baca kitab [Ulangan fasal 21 ayat 22-23] “Dan jika seseorang berbuat dosa yang patut [sepadan] dengan hukuman mati; lalu ia dihukum mati, dan kamu gantung dia pada sebuah tiang…… sebab seseorang yang tergantung terkutuk oleh Allah”.
Jadi, menurut anggapan kaum Yahudi Yesus Kristus alias Nabi Isa as. Seorang Nabi palsu karenanya beliau di salib sebagai kutukan Tuhan. Berkata Paulus: “Keristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan kutukan karena kita, sebab ada tertulis: ’’Terkutuklah orang yang di gantung pada kayu salib’’ [Galatia 3: 13].
Paulus yang merupakan faham kristen modern, berkata: ”Tetapi andaikata Kristus tidak di bangkitkan, maka sia-silah pemberitaan kami dan sia-sia juga kepercayaan kami”[Korintus 15: 14].
Almarhum Dr.Zwemer, seorang missionary terkenal dari Amerika berkata: ”Jika kepercayaan kami tentang kematian Kristus di tiang salib salah, maka seluruh agama Kristen adalah lelucon belaka”.
Jelas, Islam berpandangan bahwa Isa Al-masih tidak dihinakan[ mati] dikayu salib, ia wafat secara terhormat, setelah beliau dapat menunaikan missinya secara sukses, sebagaimana utusan Allah lainnya.
Firman Allah SWT [Qs. Al-Muminun 23:50]: ’’Dan kami jadikan anak Maryam dan Ibunya suatu tanda, dan kami beri mereka perlindungan pada tanah tinggi dengan lembah-lembah hijau dan sumber sumber air yang mengalir’’.
Yus Asaf suatu nama dari Bible, yang berarti. ”Yasu”, ialah ”pengumpul”, yang merupakan sifat Yesus, mengumpulkan suku-suku Bani Israil yang hilang kepangkuan majikannya, Yesus alias Isa Al-Masih bersabda: ”ada lagi padaku domba lain, yang bukan masuk kandang domba ini; maka kalian itu juga wajib Aku bawa, dan domba-domba itu kelak mendengar akan seruanku, maka akan menjadi sekawan, dan gembala seorang sahaya”[Injil Yahya fasal 10 ayat 16].
Sayid Rasyid Ridha menyimpulkan ”jumlah kata tidaklah ada nash yang sharih [tegas] di dalam Al-Quran bahwa Nabi Isa telah di angkat dengan tubuh dan nyawa kelangit dan hidup disana seperti di dunia ini, sehingga perlu menurut sunatullah makan dan minum”
Dr.Syaikh Abdul Karim Amrullah di dalam bukunya Al-Qaulush-Shahih, pada tahun 1924. Beliau menyatakan faham beliau bahwa Nabi Isa meninggal dunia menurut ajalnya dan diangkat derajat beliau di sisi Allah, Jadi bukan tubuhnya yang di bawa kelangit [Tafsir Al-Azhar hal.181-185].
Jadi, Kalender yang memuat Istilah ”Wafat Nabi Isa” memang Nabi Isa telah wafat sebagai manusia biasa, hendaknya menjadikan wacana berfikir, agar ummat Islam tidak terjebak bahwa Nabi Isa wafat ketika Tragedi Penyaliban beliau wafat secara biasa dalam usia lanjut dan telah menunaikan tugasnya dengan sukses.
Sebenarnya yang harus dihapus dalam Kalender kaum muslimin yakni Tanggal 25 Mei 2001 Hari Kenaikan Isa Al—Masih naik kemana? Ini patut di pertanyakan kepada kaum Kistiani.
Tugas Nabi Isa AlMasih hanya kepada kaum Israil semata. Jawab Yesus ”Aku di utus hanya kepada domba-domba yang hilang dari ummat Israel [{Matius 15: 24].
Terima kasih kepada suara Republika yang telah memuatnya {Sukabumi, 20 April 2001}*.