MIMBAR PENDAPAT AL-MUSLIMUN: EMOSI DAN FANATISME TAK BERDASAR
Ikhwwal kita menulis bahwa: pemburu-pemburu salibi merangsek maju meninabobokan ummat Islam yang lemah aqidah dan ilmu [Al-Muslimun No.257 hal.99].
Inti kekuatan faham mereka kaum salibi adalah, bahwa Nabi Isa as (Yesus), mati dikayu salib menebus dosa manusia, kemudian bangkit lagi, terangkat kesorga dan nanti di zaman akhir, akan datang kedua kalinya memimpin kerajaan Tuhan.
Padahal Al-Quran menetapkan Firman Allah swt: ”Warasulan ila Bani Israil“ - Dan Isa as sebagai Rasul kepada Bani Israil [Ali Imran,ayat 49}] Dan kita baca : ”Segala puji bagi Tuhan,Allah orang Israil; [KitabTawareh 6:2}] dan jawab Yesus : Aku di utus hanya kepada domba-domba yang hillang ummat Israel [{Matius 15:24}]. Pada perakteknya agama Kristen modern, lebih menyerupai agama ciptaan, fahamnya banyak menyimpang dari asal, sehingga bisa dikatakan sebagai agama pengganti ajaran nabi Isa as dan Syariat nabi Musa as. Dalam kitab kejadian kita baca: “Anak yang berumur delapan hari haruslah di sunat, yakni setiap laki-laki diantara kamu, harus disunat turun menurun [kejadian: 17:12]. Allah SWT berfirman “Artinya, Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan diri kepada Allah,sedang diapun mengerjakan kebaikan,dan ia mengikuti agama Nabi Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim sebagai kesayangan-Nya [An-Nisa: 125]. Sekarang hanya ummat Islamlah yang masih memegang “millah” Ibrahim tersebut dan berkhitan dikalangan orang Islam merupakan hal penting dan biasa di laksanakan.
Cara orang-orang Islam dalam menanggapi persoalan “kristenisasi”, biasa lebih banyak mengutamakan emosi dan fanatisme yang tak berdasar. Jadi adanya penyebaran faham salib melalui buku-buku, majalah, brosur tidak perlu diresahkan, bahkan kesempatan baik untuk menelaah dan membandingkannya dengan ajaran Islam yang mulia dan qudus. Missi Islam tentang ketuhanan yang Esa, sebagaimana firman Allah SWT: Katakanlah: ”Dialah Allah, yang Maha Esa” Allah adalah Tuhan yang tergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia [Al-Ikhlas 1-4].
Untuk menegakkan panji “Kalimahtullah” kita memproduksi fatwa-fatwa, sanksi bagi orang yang menyampaikan buku, membangun Gereja dan tempat ibadah lain, dampak sempit wawasan berfikir. Islam mengajarkan panji “Tauhid” perlu disebarkan keseluruh pelosok dunia. Islam agama yang hidup mempunyai missi hidup dan aktif. Orang Islam harus menaklukkan, pemburu-pmburu salibi dan faham-faham buatan lainnya.
Runtuhnya Tembok Berlin dan rontoknya Uni Soviet, yang merupakan ibu lahirnya komunis se-antero dunia. Sebenarnya bukan semata-mata jasa glasnost dan perestroika, Tuan Mikhail Gorbachev cs; bukan jasanya Tuan George Bush dan sponsor “kapitalis” lainnya. Atas merupakan angin segar bagi agama nabi Muhammad saw. dan Islam. Tantangan yang harus dihadapi orang-orang muslim yang mempunyai ghairat kecintaan kepada missi Islam. Sekarang waktunya para ulama serta tokoh Islam mempersiapkan kader dai, yang berdedikasi dan tangguh. 1000 Dai yang akan dikirim MUI ke daerah Transmigrasi dalam rangka program pembangunan, itu merupakan usaha positip yang mulia.Islam harus menyebar ke Eropa Timur, bekas cengkraman kuku beruang merah, di Rusia bekas bersemayamnya patung Vladimir Lenin pendiri Uni Soviet dan pemimpin komunis perlu dilakukan shalat sujud Syukur. Rakyat yang menghuni Republik-republik Soviet, sedang kehausan, konsep Islam satu-satunya ajaran yang memuaskan dan mustahil konsep kapitalis mampu mengobatinya secara tuntas.
Di sana perlu Al-Quran, buku-buku Islam lainnya disebar seluas-luasnya. Untuk kepentingan missi Islam perlu tiap muslim mengerahkan dana fikiran dan tenaganya. Sayang, Rabithah Alam Islami belum mampu berfikir ke arah sana. Himbauan kepada negara-negara Teluk yang kaya minyak,perlu dikumandangkan, agar karunia kekayaan yang berlimpah mempunyai nilai berkah. Investasikan guna keperluan tabligh Islam; membiayai mujahid-mujahid Islam dan membiayai percetakan kitab suci Al-Quran dalam berbagai bahasa setempat.
Hentikan bermain mata dengan Barat: yang pakteknya menjerumuskan, dan menyengsarakan sebagian negara dan ummat Islam. Dan mengangkat martabat dan harkat bangsa asing [Barat], yang nota bene mempunyai missi salib, serta tetap tegaknya kekuasaan “Zionis” Israel dikawasan Timur Tengah.
Islam sekali lagi harus menang dan jaya sebagai mengejawantahan janji Nabi Muhammad saw.
Jalan menuju jaya Islam sudah terbuka lebar. Sudah saatnya generasi muda Islam mawas diri, berani meninggalkan doktrin-doktrin para pendahulu kita yang keliru memahamkan Islam dengan kaca mata politik. Isu Jihad Islam dengan kekerasan dan penumpahan darah, Syariat Islam hanya dapat ditegakkan lewat pemerintahan Negara Islam; Isu tersebut, telah dengan sengaja dilemparkan oleh para Orientalis Barat ke tengah-tengah para tokoh Islam yang haus kekuasaan duniawi. Islam tidak pernah ditegakkan dengan kekuasaan duniawi dan disebarkan dengan pedang, paksaan. Islam berkembang berkat daya tarik ajaran dan contoh quddus dari Nabi Muhammad saw yang mulia Abu Bakar ra, Umar ra, Utsman ra, Ali ra, Talhah, Zubeir Al-Awwam, Abdurrahman bin Auf dan sederetan sahabat-shabat terkemuka yang lainnya; mereka masuk Islam dengan rela hati dan pengertian yang mantap. Derap maju missi Islam saat itu dapat memporakpandakan faham-faham lainnya. Panji yang dipegang perdamian dan keamanan manusia dari tekanan dan paksaan. Jadi untuk menghidupkan missi Islam seperti di zaman permulaan, sangat diperlukan suatu Jamaah-Imamah-Tarbiyah.
Kita stop pemburu-pemburu salibi yang merangsek maju, mula-mula rombak cara berfikir sempit,pemahaman Islam yang berorientasi kepada kekuasaan politik, perlu kita tinggalkan, Islam dapat berkembang dan hidup karena daya. Semoga majalah Al-Muslimun pemegang panji ini, sebagai obor pengetahuan Islam yang berwawasan luas. Terimakasih.
T. Hidayatullah Kotak Pos 13 Banjarnegara JATENG
Suara Pembaca Al-Muslimun, hal.6-7, No. 259 Tahun XXII (38), R.Awal / R.Akhir 1412H Oktober 1991